Jan 11, 2006
Inilah Oase Hidup

Di sebuah perhentian akhir ini, sahabat!

Ada secercah keindahan, kesejukan, dan bahagia,

Berhembus dalam semilir angin dingin Desember.

ˇ§Kenapa engkau ingin berlari dari kenyataan?ˇ¨

 

Derita, kesakitan, dan sakit yang datang bertubi-tubi,

Kadang menutupi pikiran dan membutakan mata kita

Akan arti HIDUP yang sesungguhnya.

 

Dalam kebersamaan kita temukan jawabannya.

Kita ADA dan HIDUP: berolah-berpikir-mencari OASE

Kesejukan, untuk melepaskan penat dan dahaga

Yang tiada henti.

 

Perjuangan masih panjang, Sahabat!

Jangan lengah dan lelah.

Engkau harus makin berkembang,

Untuk menggapai arti hidup yang berharga.

Bagi siapapun yang mengharapkanmu

Untuk tumbuh, besar, dan berbuah!

 

ˇ§Terima kasih. Aku berbahagia,

dalam gemuruh persoalan

yang menghunjam diriku tiada henti.

Namun di situ, aku temukan kedamaian itu.ˇ¨

 

Sahabat!

Masih ada harapan bagi orang yang punya keyakinan dan percaya.

Semoga!

 

26121998: aku masyih menghirup udara dan aroma kejam tahun ini.

Aku pasrah. Aku menikmatinya. Aku merasakannya. Dengan itu, aku kini bisa tersenyum.


Posted at 04:11 pm by masboi
Make a comment  

Seribu Kunang-Kunang

Malam pesta, seribu kunang-kunang

Menari di atas hamparan bersemi

Berkedip bagai merkuri lampu kota

Seribu kunang-kunang

Saling beradu senyum

Sambil bertanya, dan menyapa

Satu-satu kunang kunang

Bregerak menepi, menyendiri

: meniti hidup, mencari arti


Posted at 04:08 pm by masboi
Make a comment  

Hujan Belum Berhenti

-- saat sembunyi dari kejaran,

di atas genting, di ulang tahunku

 

Perjalanan panjang dan mendaki, lelah

Menapaki hari-hari, mengayuh asa

Lewati gurun pasir, seberangi lautan

Merayapi tebing terjal

Mengukir hidup; mencari makna: hendak kemana?

Hujan gemuruh, belum juga berhenti

Sapu bersih penat dan letih,

Sibakkan kebekuan, langit masih kusam

Jantung berdebar: siapa mengejar?

Di sudut ketinggian, sepi

Sadarkan diri: satu lompatan keyakyinan,

Tegar-berujar: akan datang hari esok

Matahari bersinar!

--meski awan masih kelabu

 

19021999


Posted at 04:05 pm by masboi
Make a comment  

Satu, Keyakinan

: untuk generasiku

 

Engkau, adalah tonggak sejarah yang dipangkas: kerdil

Tertancap pada tanah liat kenyataan yang kering, keras, pelik

dibiarkan begitu saja, hidup atau mati!

 

Kau, mata-titik tumbuh, dalam keyakinan-sikap siap meretas

Menghijaukan padang pasir tanah lapang realitas dan mimpi

tentang hari esok

bersemi, sebagai generasi yang terlibat dan memandang

 

Di depan sana, sejuta massa bangkit menahan amarah

Tentang terbunuhnya sisa-sisa sebuah sisi kemanusiaan: mati!

terbujur begitu saja, seperti bangkai kayu yang digilas dan ditendang

oleh siapa saja, sia-sia

tak dianggap syebagai manusia: percuma!

 

Kita, adalah angkatan yang gemetar, miris

di depan sana: hari esok menjerit-menahan tangis

saling tawur, baku-tarung, atas nama harga diri

hak asasi, dan daulat rakyat

 

Hari ini, kita menegaskan berada di pihak mereka:

Memimpin perubahan:

REVOLUSI

Atau MATI!

ˇK

 

28 Februari 1999, 22.35

Posted at 04:02 pm by masboi
Make a comment  

Jan 5, 2006
Kuliah Hidup

: saat aku memperoleh kekuatan kembali,

  dari oase air mata harapan dan motivasi

 

Tak ada yang salah,

Kecuali sebuah pertanyaan

Ada apa di balik semua ini

Tak ada yang salah

Kecuali setumpuk gugatan

Kalau kekalutan itu menghempas.

Kalau bunga kertas itu kemudian seputih salju

Kalau daun itu terbang ke angkasa surga

: SALAHKAH

 

Justru kebenaran itu

Saat aku menggenggam harapan:

Ada yang sangat indah di sana,

Ada kesejatian di situ

Kendati berat. Pahit. Sakit.

Tak berhenti mendera

 

Pagi ini aku menegaskan harapanku kembali:

"Pertanyaan-pertanyaan itu adalah jawaban."

Inilah KULIAH HIDUP

(yang skripsinya justru tidak akan pernah selesai)

 

Senin pagi, 21 Desember 1998


Posted at 05:14 pm by masboi
Make a comment  

Bunga Kertas di Atas Bukit

- saat aku terpesona: serumpun bunga kertas

 

Di bukit ini, angin mendesahkan kabar

Kepada bumi, kepada air, kepada laut:

Tersenyumlah, damai kan dihatimu.

 

Di bukit ini, aku menorehkan memori

Garis-garis merah itu terlalu indah

Takkan tersapu oleh waktu

 

Begitu pun, kau

Bunga kertas di atas bukit

Merahkan hati, dalam kesuburan

 

Dalam aroma keindahan

Tempat setiap prang datang, menatap

Kumbang, kupu-kuu dari segala penjuru

Berarak, bergelayut menusir bunga-bunga

 

Jangan kau layu,

Bunga harapan dan kesucian

Biarlah kejujuran makin bersemi

Abadi!

 

Bukit Gugleur, Maubara, Republik Demokrasi Timor Leste, 9 Agustus 1998

Posted at 05:01 pm by masboi
Make a comment  




masboi
Indonesia
Maaf! Aku bukan seorang pujangga, bukan penyair. Aku sekedar orang yang pernah menghidupi kata-kata, dan hidup dari kata-kata. Di luar itu semua: aku adalah orang yang hidup oleh cinta, yang kusebut sebagai kiri cinta.
   

<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed